Ketua Pengelola Sampah Tak Pungut Biaya, Hanya Mengandalkan Gotong Royong, Perjuangannya Dianggap Tak Berarti oleh Oknum PNS

Ketua Pengelola Sampah Tak Pungut Biaya, Hanya Mengandalkan Gotong Royong, Perjuangannya Dianggap Tak Berarti oleh Oknum PNS

PASANGKAYU, BARAS, IntelijenNews.com., Semangat gotong royong menjadi pegangan utama Ketua Pengelola Sampah sementara Ansar berdasar rekomendasi dari pak lurah tanpa memungut biaya sepeser pun, ia bersama masyarakat setempat berusaha menjaga kebersihan lingkungan. Namun sayangnya, perjuangan mulianya itu dianggap tak berarti oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkantor di kelurahan Baras dan menganggap surat rekomendasi yang diberikan kepada Ansar ketua Pengelola tak berdasar dan tak resmi. Selasa, 11 Februari 2025.

 

Saat di wawancara Menurut Ansar ketua bersifat sementara. Kegiatan pengelolaan sampah ini berjalan dengan sistem sukarela dan menggunakan bantuan CSR PT. PALMA SUMBER LESTARI. Setiap warga dilibatkan dalam kegiatan mengangkut, hingga mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Dengan kekompakan serta rasa tanggung jawab bersama, mereka berhasil menciptakan sedikit demi sedikit lingkungan yang lebih bersih dan nyaman dipandu oleh pemerintah Dinas Lingkungan hidup DLH Pasangkayu.

 

“Kami tidak pernah memungut biaya dari warga. Semua ini murni karena rasa cinta terhadap lingkungan dan solidaritas antarwarga. Jika semua sudah tertata rapih baru kami bentuk namanya KSM sesuai aturanya dan menghadirkan pemerintah kecamatan, keluruhan, DLH, ketua LPM masyarakat dan mantan ketua KSM dulu, agar serah terimah nantinya bisah menjadi Lembaga Legal resmi diketahui semuahya.,” ujarnya.

 

Namun, perjuangannya tak selalu mendapat apresiasi. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap seorang oknum PNS yang mengambil Alih pekerjaan tersebut dan mengadakan musyawarah tertutup tanpa di ketahui dirinya (Ketua) dan pemerintah kelurahan. Dan menganggap pengelolaan sampah berbasis gotong royong tersebut tidak signifikan dan tidak layak diakui sebagai solusi pengelolaan sampah.

 

“Padahal, kalau bukan karena saya awalnya sampah tidak tergubris dan tidak ada kepedulian. Dengan semangat warga, lingkungan kelurahan kecamatan gabungan personil TNI-POLRI serta lainya sampah bisah teratasi. Sayangnya, ada mengambil alih tanpa kami ketahui dan mungkin merasa dirinya hebat dalam segala hal sehingga kami di sepelekan,” keluhnya.

 

Meski demikian, ia bersama warga tidak patah semangat. Dukungan terus mengalir dari masyarakat yang menyadari pentingnya kebersihan lingkungan. Beberapa warga bahkan berharap pemerintah kabupaten dan kecamatan, lurah, bisa lebih mendukung upaya mandiri mereka, baik melalui bantuan fasilitas maupun pengakuan yang layak dengan terbentuknya nanti KSM baru.

 

Salah satu warga, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Ketua Pengelola Sampah tersebut. “Kalau bukan karena mereka, lingkungan ini pasti berserakan penuh sampah. Kami sangat berterima kasih atas kerja keras mereka,” katanya.

 

Warga berharap pihak pemerintah lebih membuka mata dan mendukung inisiatif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, tanpa di campuri Oknum PNS. Dan tidak meremehkan peran mereka yang telah berjuang demi lingkungan yang lebih baik.

 

Ia, juga akan melakukan koordinasi secepatnya Dengan perintah kabupaten, dinas terkait DLH, kecamatan, lurah dan mempertanyakan keterlibatan oknum PNS tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan