INTELIJENNESW.COM, Kerobokan BALI – Sebuah kematian tak biasa mengejutkan warga dan aparat di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Bali. Seorang pria warga negara Rusia berinisial AA (28) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mencurigakan di sebuah kamar guest house di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Selasa (29/4) sore.
Yang membuat kasus ini mencurigakan bukan hanya karena korban ditemukan dalam kamar terkunci dari dalam, tapi juga karena kepala korban terbungkus plastik dan lehernya terjerat sabuk kulit. Posisi tubuh tengkurap di lantai kamar semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang janggal di balik kematian ini.
Penemuan itu bermula saat Ahmad Sofyan, staf guest house, mencurigai korban yang tak kunjung keluar kamar selama dua hari. Setelah upaya pemanggilan tak mendapat respons, ia bersama beberapa penghuni lain memutuskan mendobrak pintu kamar yang terkunci. Saat itulah mereka menemukan jasad korban.
Kepolisian Resor Badung segera melakukan olah TKP. Dalam penggeledahan, aparat menemukan sejumlah barang pribadi korban termasuk obat-obatan dan alat bantu seks. Meski tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan fisik di tubuh korban, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar.
“Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujar Kasi Humas Polres Badung Ipda I Putu Sukarma, kepada wartawan.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan lain: apakah korban meninggal karena praktik seksual ekstrem yang berujung maut, overdosis, atau ada unsur lain yang lebih gelap. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait keberadaan orang lain terakhir yang bersama korban.
Kematian ini menjadi satu dari sejumlah insiden misterius yang melibatkan warga negara asing di Bali. Meski belum dapat disimpulkan secara pasti, kasus ini menyisakan banyak pertanyaan:
Apakah ini murni kecelakaan, praktik berisiko yang berujung maut, atau ada skenario yang lebih kompleks di balik pintu kamar yang terkunci itu?
Satu hal yang pasti, di balik keindahan Pulau Dewata, sesekali muncul cerita yang tidak terlihat oleh wisatawan kebanyakan—kisah yang hanya bisa diurai melalui penyelidikan mendalam dan kesabaran waktu. (SN-17)