INTELIJENNEWS,ACEH BARAT : Keluhan masyarakat dan nelayan terkait dangkalnya muara Krueng Padang Seurahet akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), penyedotan sedimen di muara sungai dimulai Rabu pagi, melibatkan tim DKP, komunitas nelayan, dan para pekerja lapangan.
Penyedotan dilakukan lebih kurang sepanjang 200 meter dari titik tambat labuh kapal menuju Kuala Krueng Cangkoi. Kepala DKP Aceh Barat, Mulyadi, menyatakan bahwa pengerjaan diperkirakan berlangsung dua hingga tiga hari, tergantung kondisi alam dan teknis.
Kami prioritaskan titik yang paling terdampak agar kapal nelayan bisa segera kembali beroperasi,” ujar Mulyadi.
Langkah ini menyusul insiden kandasnya satu unit boat nelayan di perairan Meulaboh pada Selasa (5/8/2025), yang belum mendapat penanganan. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., menyampaikan keprihatinan dan mendesak DKP untuk bertindak cepat.
Saya minta dinas jangan tunggu laporan baru bergerak. Hari ini satu boat kandas lagi, dan belum ada tindakan. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa anggaran untuk mendukung kebutuhan nelayan sudah tersedia, namun pelaksanaannya tetap harus mengikuti prosedur administrasi.
Anggarannya sudah ada, tapi tetap harus melalui proses administrasi. Tidak bisa langsung eksekusi,” jelasnya.
Sejak awal masa jabatannya, Bupati Tarmizi menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya peran nelayan sebagai penggerak ekonomi pesisir.
Nelayan adalah tulang punggung ekonomi pesisir. Jika mereka tidak dibantu secara cepat dan tepat, dampaknya akan dirasakan luas, termasuk distribusi pangan laut dan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berkomitmen hadir secara nyata dalam setiap persoalan yang dihadapi nelayan—mulai dari kecelakaan laut, kerusakan alat tangkap, hingga akses terhadap bantuan dan perlindungan.
Tim Intelijennews.