Orang Tua Siswa Soroti Menu MBG SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes, Dinilai Tak Sesuai Anggaran

Orang Tua Siswa Soroti Menu MBG SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes, Dinilai Tak Sesuai Anggaran

Makassar, IntelijenNews.com –.    Sejumlah orang tua siswa SDI Unggulan BTN Pemda, Kota Makassar, mempertanyakan dan menyampaikan kekecewaan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh dapur SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes untuk tiga hari ke depan. Sorotan tersebut mencuat karena menu yang diterima siswa dinilai tidak sebanding dengan anggaran pemerintah yang dikucurkan.

(Senin, 22 Desember 2025)

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa diketahui terdiri dari 3 roti, 1 buah pisang, 1 buah salak, kacang telur kemasan kecil, kacang polong hijau, 1 kue agar, snack fold, 1 potong kue bolu pisang, serta 1 butir telur rebus. Orang tua siswa menilai komposisi menu tersebut tidak mencerminkan nilai gizi dan harga sebagaimana alokasi anggaran pemerintah pusat sebesar Rp15.000 per siswa.

“Kami mempertanyakan transparansi dan kesesuaian menu dengan anggaran. Jika pemerintah menganggarkan Rp15 ribu per anak, seharusnya menu yang diterima anak-anak lebih layak dan bergizi,” ungkap salah satu orang tua siswa dengan nada kecewa.

Jumlah siswa di SDI Unggulan BTN Pemda mencapai 615 orang, sehingga orang tua berharap pengelolaan MBG dilakukan secara profesional dan akuntabel. Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang guru di sekolah tersebut. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan dapur penyedia sebelumnya yang sempat lepas kontrak karena menu dinilai tidak sesuai harapan.

“Bukannya lebih bagus, justru ini lebih parah dari SPPG tempo hari. Menunya jauh dari ekspektasi,” ujar guru tersebut.

Menanggapi sorotan itu, Asisten SPPG, Andri Irwansya, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berkomitmen melakukan perbaikan menu agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes, Akil, menjelaskan bahwa menu MBG telah disepakati bersama pihak sekolah. Ia merinci bahwa pagu anggaran berbeda berdasarkan jenjang kelas, yakni Rp8.000 per siswa untuk kelas 1–3 dan Rp10.000 per siswa untuk kelas 4–6.

“Terkait bantuan pemerintah Rp15 ribu per siswa itu benar. Namun kami mengikuti juknis yang ada. Dari Rp15 ribu, Rp12 ribu digunakan untuk operasional dan gaji relawan, dengan rincian pemotongan Rp7 ribu untuk kelas 1–3 dan Rp5 ribu untuk kelas 4–6,” jelas Akil.

Meski demikian, orang tua siswa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, agar tujuan pemenuhan gizi anak sekolah benar-benar tercapai dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

 

Tim investigasi 

Tinggalkan Balasan