Skip to content
Jumat, Mei 01, 2026

Intelijennews.com

Mengungkap Fakta Terpercaya

  • Artikel
  • Hukum & Kriminal
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Pariwisata
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kegiatan Makassar Nasional

    Koalisi Gerakan Rakyat Tuntut Pemerintah Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Buruh Makassar, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Makassar berubah arah. Dari tradisi aksi jalanan yang penuh tekanan politik, kini bergeser menjadi forum dialog dalam balutan May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi. Lebih rapi, lebih aman namun belum tentu lebih berpihak. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) menegaskan, perubahan format ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda penyelesaian persoalan buruh yang sudah bertahun-tahun mengendap. Justru dengan dibukanya ruang dialog, pemerintah dituntut bergerak lebih cepat dan lebih tegas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen pemerintah dalam melindungi hak buruh melalui regulasi dan membuka ruang aspirasi secara langsung. Namun bagi KGR, pernyataan tersebut belum cukup tanpa tenggat waktu dan langkah konkret yang bisa diukur. “Ruang dialog sudah dibuka. Sekarang pertanyaannya, kapan diputuskan? Apa yang langsung berubah setelah ini?” menjadi nada kritis yang mengemuka di tengah peringatan May Day. KGR membawa serangkaian tuntutan yang bukan baru, tetapi terus berulang tanpa penyelesaian : 1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh 2. Kenaikan upah layak berbasis kebutuhan hidup riil 3. Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing 4. Jaminan perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh pekerja 5. Penindakan tegas terhadap perusahaan pelanggar hak buruh Kebijakan ekonomi yang melindungi rakyat kecil, pedagang, petani, dan pekerja sektor informal Koordinator KGR, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum politik buruh untuk menagih tanggung jawab negara. “Kalau hanya berhenti di panggung dan dialog, ini mundur. Buruh butuh keputusan, bukan sekadar didengar,” tegasnya. Di sisi lain, Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengapresiasi pendekatan dialogis karena menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Namun stabilitas tanpa keadilan menjadi kritik yang tak bisa dihindari. Sejarah menunjukkan, banyak perubahan kebijakan lahir bukan dari forum resmi, tetapi dari tekanan kolektif yang konsisten. Keterlibatan organisasi buruh besar seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Serikat Gabungan Buruh Nasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, kekuatan buruh tetap solid. Artinya, pilihan untuk berdialogdan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa bukan karena tekanan melemah, tetapi memberi kesempatan lbagi pemerintah untuk merespons tanpa eskalasi aksi. Sorotan kini tertuju pada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,.apakah akan memanfaatkan momentum ini untuk mengambil keputusan cepat, atau kembali membiarkan tuntutan buruh berputar dalam siklus tahunan tanpa realisasi? May Day 2026 di Makassar membuka peluang baru tapi juga mengandung risiko besar. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka “festival” ini akan dibaca sebagai upaya meredam, bukan menyelesaikan. Pada akhirnya, buruh tidak menuntut panggung. Mereka menuntut perubahan. Dan perubahan tidak lahir dari seremoni, melainkan dari keberanian mengambil keputusan.

    3 min read
  • Makassar Nasional Sorotan

    Massa Buruh Maros Bergabung dengan Aliansi di Makassar, Gaungkan Hak Konstitusional dan Keadilan Sosial

    2 min read
  • Artikel Kegiatan Makassar

    Keluarga Besar Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 2026

    2 min read
  • Kegiatan Makassar

    Pimpinan Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional

    1 min read
Kegiatan Makassar Nasional

Koalisi Gerakan Rakyat Tuntut Pemerintah Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Buruh Makassar, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Makassar berubah arah. Dari tradisi aksi jalanan yang penuh tekanan politik, kini bergeser menjadi forum dialog dalam balutan May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi. Lebih rapi, lebih aman namun belum tentu lebih berpihak. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) menegaskan, perubahan format ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda penyelesaian persoalan buruh yang sudah bertahun-tahun mengendap. Justru dengan dibukanya ruang dialog, pemerintah dituntut bergerak lebih cepat dan lebih tegas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen pemerintah dalam melindungi hak buruh melalui regulasi dan membuka ruang aspirasi secara langsung. Namun bagi KGR, pernyataan tersebut belum cukup tanpa tenggat waktu dan langkah konkret yang bisa diukur. “Ruang dialog sudah dibuka. Sekarang pertanyaannya, kapan diputuskan? Apa yang langsung berubah setelah ini?” menjadi nada kritis yang mengemuka di tengah peringatan May Day. KGR membawa serangkaian tuntutan yang bukan baru, tetapi terus berulang tanpa penyelesaian : 1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh 2. Kenaikan upah layak berbasis kebutuhan hidup riil 3. Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing 4. Jaminan perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh pekerja 5. Penindakan tegas terhadap perusahaan pelanggar hak buruh Kebijakan ekonomi yang melindungi rakyat kecil, pedagang, petani, dan pekerja sektor informal Koordinator KGR, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum politik buruh untuk menagih tanggung jawab negara. “Kalau hanya berhenti di panggung dan dialog, ini mundur. Buruh butuh keputusan, bukan sekadar didengar,” tegasnya. Di sisi lain, Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengapresiasi pendekatan dialogis karena menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Namun stabilitas tanpa keadilan menjadi kritik yang tak bisa dihindari. Sejarah menunjukkan, banyak perubahan kebijakan lahir bukan dari forum resmi, tetapi dari tekanan kolektif yang konsisten. Keterlibatan organisasi buruh besar seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Serikat Gabungan Buruh Nasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, kekuatan buruh tetap solid. Artinya, pilihan untuk berdialogdan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa bukan karena tekanan melemah, tetapi memberi kesempatan lbagi pemerintah untuk merespons tanpa eskalasi aksi. Sorotan kini tertuju pada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,.apakah akan memanfaatkan momentum ini untuk mengambil keputusan cepat, atau kembali membiarkan tuntutan buruh berputar dalam siklus tahunan tanpa realisasi? May Day 2026 di Makassar membuka peluang baru tapi juga mengandung risiko besar. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka “festival” ini akan dibaca sebagai upaya meredam, bukan menyelesaikan. Pada akhirnya, buruh tidak menuntut panggung. Mereka menuntut perubahan. Dan perubahan tidak lahir dari seremoni, melainkan dari keberanian mengambil keputusan.

3 min read
Makassar Nasional Sorotan

Massa Buruh Maros Bergabung dengan Aliansi di Makassar, Gaungkan Hak Konstitusional dan Keadilan Sosial

2 min read
Artikel Kegiatan Makassar

Keluarga Besar Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 2026

2 min read
Kegiatan Makassar

Pimpinan Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional

1 min read
Trending News
Koalisi Gerakan Rakyat Tuntut Pemerintah Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Buruh Makassar, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Makassar berubah arah. Dari tradisi aksi jalanan yang penuh tekanan politik, kini bergeser menjadi forum dialog dalam balutan May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi. Lebih rapi, lebih aman namun belum tentu lebih berpihak. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) menegaskan, perubahan format ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda penyelesaian persoalan buruh yang sudah bertahun-tahun mengendap. Justru dengan dibukanya ruang dialog, pemerintah dituntut bergerak lebih cepat dan lebih tegas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen pemerintah dalam melindungi hak buruh melalui regulasi dan membuka ruang aspirasi secara langsung. Namun bagi KGR, pernyataan tersebut belum cukup tanpa tenggat waktu dan langkah konkret yang bisa diukur. “Ruang dialog sudah dibuka. Sekarang pertanyaannya, kapan diputuskan? Apa yang langsung berubah setelah ini?” menjadi nada kritis yang mengemuka di tengah peringatan May Day. KGR membawa serangkaian tuntutan yang bukan baru, tetapi terus berulang tanpa penyelesaian : 1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh 2. Kenaikan upah layak berbasis kebutuhan hidup riil 3. Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing 4. Jaminan perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh pekerja 5. Penindakan tegas terhadap perusahaan pelanggar hak buruh Kebijakan ekonomi yang melindungi rakyat kecil, pedagang, petani, dan pekerja sektor informal Koordinator KGR, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum politik buruh untuk menagih tanggung jawab negara. “Kalau hanya berhenti di panggung dan dialog, ini mundur. Buruh butuh keputusan, bukan sekadar didengar,” tegasnya. Di sisi lain, Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengapresiasi pendekatan dialogis karena menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Namun stabilitas tanpa keadilan menjadi kritik yang tak bisa dihindari. Sejarah menunjukkan, banyak perubahan kebijakan lahir bukan dari forum resmi, tetapi dari tekanan kolektif yang konsisten. Keterlibatan organisasi buruh besar seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Serikat Gabungan Buruh Nasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, kekuatan buruh tetap solid. Artinya, pilihan untuk berdialogdan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa bukan karena tekanan melemah, tetapi memberi kesempatan lbagi pemerintah untuk merespons tanpa eskalasi aksi. Sorotan kini tertuju pada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,.apakah akan memanfaatkan momentum ini untuk mengambil keputusan cepat, atau kembali membiarkan tuntutan buruh berputar dalam siklus tahunan tanpa realisasi? May Day 2026 di Makassar membuka peluang baru tapi juga mengandung risiko besar. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka “festival” ini akan dibaca sebagai upaya meredam, bukan menyelesaikan. Pada akhirnya, buruh tidak menuntut panggung. Mereka menuntut perubahan. Dan perubahan tidak lahir dari seremoni, melainkan dari keberanian mengambil keputusan. Massa Buruh Maros Bergabung dengan Aliansi di Makassar, Gaungkan Hak Konstitusional dan Keadilan Sosial Keluarga Besar Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 2026 Pimpinan Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional Kapolsek dan Danramil Hadir Langsung, Pastikan Aksi Hari Buruh di KIMA Raya Berjalan Aman dan Tertib Dalam Rangka Pengamanan aksi ( may day ) Kanit propam biringkanaya hadir beserta porsenil Polda Sulsel  Ketua KSBSI Tanimbar, Ketimpangan Upah Pekerja Tanimbar Jadi Sorotan  Putusan Hakim 2 Tahun Penjara, Petrus Fatlolon Tetap Ditahan. TNI AL Hadir di Tengah Rakyat, Ratusan Warga Pulau Kodingareng Lompo Antusias Ikuti Bakti Sosial dan Prolasi Kodaeral VI TNI AL Hadir di Tengah Rakyat, Ratusan Warga Pulau Kodingareng Lompo Antusias Ikuti Bakti Sosial dan Prolasi Kodaeral VI

Featured Posts Carousel

Kegiatan Makassar Nasional

Koalisi Gerakan Rakyat Tuntut Pemerintah Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Buruh Makassar, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Makassar berubah arah. Dari tradisi aksi jalanan yang penuh tekanan politik, kini bergeser menjadi forum dialog dalam balutan May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi. Lebih rapi, lebih aman namun belum tentu lebih berpihak. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) menegaskan, perubahan format ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda penyelesaian persoalan buruh yang sudah bertahun-tahun mengendap. Justru dengan dibukanya ruang dialog, pemerintah dituntut bergerak lebih cepat dan lebih tegas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan komitmen pemerintah dalam melindungi hak buruh melalui regulasi dan membuka ruang aspirasi secara langsung. Namun bagi KGR, pernyataan tersebut belum cukup tanpa tenggat waktu dan langkah konkret yang bisa diukur. “Ruang dialog sudah dibuka. Sekarang pertanyaannya, kapan diputuskan? Apa yang langsung berubah setelah ini?” menjadi nada kritis yang mengemuka di tengah peringatan May Day. KGR membawa serangkaian tuntutan yang bukan baru, tetapi terus berulang tanpa penyelesaian : 1. Pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak pada buruh 2. Kenaikan upah layak berbasis kebutuhan hidup riil 3. Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing 4. Jaminan perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh pekerja 5. Penindakan tegas terhadap perusahaan pelanggar hak buruh Kebijakan ekonomi yang melindungi rakyat kecil, pedagang, petani, dan pekerja sektor informal Koordinator KGR, Akhmad Rianto, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum politik buruh untuk menagih tanggung jawab negara. “Kalau hanya berhenti di panggung dan dialog, ini mundur. Buruh butuh keputusan, bukan sekadar didengar,” tegasnya. Di sisi lain, Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengapresiasi pendekatan dialogis karena menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Namun stabilitas tanpa keadilan menjadi kritik yang tak bisa dihindari. Sejarah menunjukkan, banyak perubahan kebijakan lahir bukan dari forum resmi, tetapi dari tekanan kolektif yang konsisten. Keterlibatan organisasi buruh besar seperti Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Serikat Gabungan Buruh Nasional, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, kekuatan buruh tetap solid. Artinya, pilihan untuk berdialogdan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa bukan karena tekanan melemah, tetapi memberi kesempatan lbagi pemerintah untuk merespons tanpa eskalasi aksi. Sorotan kini tertuju pada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,.apakah akan memanfaatkan momentum ini untuk mengambil keputusan cepat, atau kembali membiarkan tuntutan buruh berputar dalam siklus tahunan tanpa realisasi? May Day 2026 di Makassar membuka peluang baru tapi juga mengandung risiko besar. Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka “festival” ini akan dibaca sebagai upaya meredam, bukan menyelesaikan. Pada akhirnya, buruh tidak menuntut panggung. Mereka menuntut perubahan. Dan perubahan tidak lahir dari seremoni, melainkan dari keberanian mengambil keputusan.

3 min read
Makassar Nasional Sorotan

Massa Buruh Maros Bergabung dengan Aliansi di Makassar, Gaungkan Hak Konstitusional dan Keadilan Sosial

2 min read
Artikel Kegiatan Makassar

Keluarga Besar Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 2026

2 min read
Kegiatan Makassar

Pimpinan Intelijen News Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional

1 min read
Makassar Nasional

Kapolsek dan Danramil Hadir Langsung, Pastikan Aksi Hari Buruh di KIMA Raya Berjalan Aman dan Tertib

1 min read
Artikel

Dalam Rangka Pengamanan aksi ( may day ) Kanit propam biringkanaya hadir beserta porsenil Polda Sulsel 

2 min read
Maluku Sorotan

Ketua KSBSI Tanimbar, Ketimpangan Upah Pekerja Tanimbar Jadi Sorotan 

5 min read
Hukum & Kriminal Maluku

Putusan Hakim 2 Tahun Penjara, Petrus Fatlolon Tetap Ditahan.

2 min read
Kegiatan Makassar Sosial

TNI AL Hadir di Tengah Rakyat, Ratusan Warga Pulau Kodingareng Lompo Antusias Ikuti Bakti Sosial dan Prolasi Kodaeral VI

3 min read
Ketum PKPM Jenguk Pasien Kurang Mampu di RS.Stella Maris
Artikel Makassar Sosial

Ketum PKPM Jenguk Pasien Kurang Mampu di RS.Stella Maris

2 min read

INTELIJENNEWS.COM, MAKASSAR – Ketua Umum PKPM menjenguk lansung pasien kurang mampu dirumah sakit Stella Maris, yang mana pasien saat ini terbaring dalam kondisi sesak nafas,pada

#pkpm #makassar #stellamaris
Kapolda Sulbar Pimpin Langsung Apel Sarpas Personil Polres Mamasa OPS Mantap Brata Marano 2024
Mamuju

Kapolda Sulbar Pimpin Langsung Apel Sarpas Personil Polres Mamasa OPS Mantap Brata Marano 2024

2 min read

INTELIJENNEWS, Polda Sulbar – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Irjen Pol Adang Ginanjar memimpin langsung apel Sarpas personil Polres Mamasa dalam rangka pengamanan tahap pemungutan

Demi Satukan Potensi Pemuda, Restorasi Muda Sulsel Bakal Deklarasi
Artikel Pinrang

Demi Satukan Potensi Pemuda, Restorasi Muda Sulsel Bakal Deklarasi

2 min read

Intelijennews.com, Pinrang – Restorasi Muda Sul Sel (RMS) merupakan wadah yang bertujuan untuk menyatukan semua potensi pemuda. Dalam struktur kepengurusannya, terdapat berbagai latar belakang profesi

deklarasi, Pinrang, Restorasi, Restorasi Muda Sulsel, RMS
Polres Pasangkayu Gelar Do’a Bersama dan Peringati Isra Mi’raj di Mesjid Assyfah
Pasangkayu

Polres Pasangkayu Gelar Do’a Bersama dan Peringati Isra Mi’raj di Mesjid Assyfah

2 min read

INTELIJENNEWS, Polres Pasangkayu Gelar Do’a Bersama dan Peringati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1445 H 2024 M dengan Tema “Hikmah Isra Mi’raj

Kadis Kominfo Pers Pasangkayu Hadiri Langsung Peringatan HPN yang ke 78
Pasangkayu

Kadis Kominfo Pers Pasangkayu Hadiri Langsung Peringatan HPN yang ke 78

2 min read

INTELIJENNEWS, PASANGKAYU – Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Informatika (Kominfo Pers) pasangkayu Dr. H Badaruddin S.pd, M.Si., hadiri langsung peringatan Hari Pers Nasional ke

Bupati Pasangkayu Bersama Forkopimda Lakukan Pemotongan Tumpeng Untuk Peringatan Hari Pers Nasional Yang Ke 78 
Pasangkayu

Bupati Pasangkayu Bersama Forkopimda Lakukan Pemotongan Tumpeng Untuk Peringatan Hari Pers Nasional Yang Ke 78 

1 min read

INTELIJENNEWS, PASANGKAYU – Kegiatan Pemkap pasangkayu dengan Tema : Jurnalisme sehat dan netralisasi ASN menuju pemilu damai 2024. dan bincang bincang bersama Wartawan pasangkayu, di

PJR Ditlantas dan Ditnarkoba Polda Sulbar Amankan Pelaku Narkotika Jenis Sabu
Mamuju

PJR Ditlantas dan Ditnarkoba Polda Sulbar Amankan Pelaku Narkotika Jenis Sabu

1 min read

INTELIJENNEWS, MAMUJU, — PJR Ditlantas Polda Sulbar bersama Penyidik Ditnarkoba Polda Sulbar berhasil mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu.   Penangkapan ini sendiri berkat kerjasama

Peringati Hari Pers Nasional (HPN) Ke 78 Pemkap Pasangkayu Ajak Bincang-Bincang Bersama Insan Pers 
Artikel

Peringati Hari Pers Nasional (HPN) Ke 78 Pemkap Pasangkayu Ajak Bincang-Bincang Bersama Insan Pers 

2 min read

INTELIJENNEWS, PASANGKAYU – Penuh suasana keakraban Insan Pers Pasangkayu bersama pemerintah Daerah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang ke 78 dan mengangkat Tema Bincang-bincang sukseskan

Polres Pasangkayu Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Pemilu
Pasangkayu

Polres Pasangkayu Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Pemilu

2 min read

INTELIJENNEWS, Polres Pasangkayu menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan tahapan Pemilu tahun 2024 di wilayah hukum Polres Pasangkayu, pada Rabu (7/2/2024)

« Prev 1 … 701 702 703 704 705 … 955 Next »

Iklan

Kategori

  • Aceh (504)
  • Agama (16)
  • Artikel (2,315)
  • Bali (22)
  • Batubata (8)
  • Bencana (125)
  • Bisnis (8)
  • Deli Serdang (3)
  • Ekonomi (87)
  • Gowa (289)
  • Hukum & Kriminal (888)
  • Jakarta (141)
  • Kalimantan (4)
  • Kegiatan (276)
  • Kesehatan (93)
  • Komunitas (13)
  • Lampung (2)
  • Luwu Timur (3)
  • Makassar (1,170)
  • Maluku (70)
  • Mamasa (2)
  • Manggarai Timur (36)
  • Maros (92)
  • Medan (20)
  • Nasional (637)
  • Netizen (131)
  • Nias Utara (1)
  • Nusa Tenggara Barat (65)
  • Nusa Tenggara Timur (15)
  • Olah raga (58)
  • Opini (16)
  • Otomotif (6)
  • Pariwisata (6)
  • Parlemen (7)
  • Pendidikan (110)
  • Politik (266)
  • Sinjai (96)
  • Sorotan (242)
  • Sosial (537)
  • Sulawesi Barat (3,461)
    • Majene (91)
    • Mamasa (20)
    • Mamuju (2,153)
    • Mamuju Tengah (269)
    • Pasangkayu (566)
    • Polman (182)
    • Topoyo (38)
  • Sulawesi Selatan (802)
    • Bantaeng (12)
    • Barru (1)
    • Bone (6)
    • Bulukumba (12)
    • Jeneponto (6)
    • Kec. Ujung Tanah (7)
    • Luwu Utara (4)
    • Maros (8)
    • Pangkep (147)
    • Pare-pare (8)
    • Pinrang (12)
    • Sidrap (79)
    • Takalar (30)
    • Wajo (50)
  • Sulawesi Tengah (11)
    • Buol (1)
    • Donggala (1)
    • Palu (5)
    • Toli-toli (1)
  • Sulawesi Utara (5)
    • Palu (2)
  • Sumatera Utara (6)
  • Unismuh (9)

Visitor

Menu

  • Aktivitas
  • Anggota
  • Iklan
  • Kode Etik
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

https://youtube.com/@intelijennews330

PT.Dirga Multimedia Group
Proudly powered by WordPress | Theme: Recent News by Candid Themes.