Jakarta, Intelijennews.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, secara resmi meluncurkan logo peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi kalender Masehi. Peluncuran ini menjadi penanda penting memasuki satu abad perjalanan khidmah NU untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Peluncuran logo tersebut dirangkaikan dengan pengumuman tema besar peringatan, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Tema ini menegaskan posisi NU sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan di tengah dinamika zaman.
Hal itu disampaikan Gus Yahya—sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf—dalam acara Khatmil Qur’an dan Istighotsah Harlah ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025).
“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi, insyaallah pada 31 Januari. Sebab NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujar Gus Yahya.
Satu Abad NU: Refleksi Sejarah dan Arah Masa Depan
Memasuki tahun 2026, Nahdlatul Ulama genap berusia 100 tahun. Momentum bersejarah ini dimaknai melalui logo resmi 100 Tahun NU 1926–2026, yang bukan sekadar simbol visual, melainkan refleksi perjalanan panjang NU bersama bangsa Indonesia.
Angka 100 dalam logo melambangkan satu abad dedikasi NU dalam menjaga kemerdekaan, merawat persatuan, dan mengawal perjalanan bangsa. Seratus tahun menjadi simbol kematangan organisasi, evaluasi perjuangan, serta kesiapan NU menatap masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.
Bentuk angka yang membulat dan solid menggambarkan keteguhan, kesinambungan, dan persatuan. Filosofi ini mencerminkan kekokohan NU dan bangsa Indonesia dalam merajut masa lalu, masa kini, dan masa depan secara berkesinambungan.
Makna Warna dan Filosofi Logo
Angka 1 berwarna hijau melambangkan fondasi awal perjuangan NU yang berakar kuat pada nilai moral, spiritual, dan keislaman. Warna hijau mencerminkan harapan, pertumbuhan, dan kesuburan nilai-nilai luhur yang menjadi penopang perjalanan NU dan Indonesia.
Sementara itu, dua angka 0 berwarna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan cita-cita peradaban luhur. Warna emas merepresentasikan tekad Indonesia menjadi bangsa unggul, bermartabat, dan berkelas di tingkat global. Bentuk lingkaran pada angka nol juga bermakna kesempurnaan serta kesinambungan perjuangan yang tak terputus.
NU dan Komitmen Peradaban Mulia
Tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” menegaskan bahwa NU tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pelaku aktif dalam membangun bangsa. NU berkomitmen terus hadir menjaga nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kebangsaan, serta menegakkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Satu abad NU menjadi tonggak penting untuk meneguhkan peran strategis organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini dalam mengawal perjalanan bangsa menuju peradaban yang berakhlak, berkeadilan, dan bermartabat.
Imam a w