Pemerintah Aceh Barat Serukan Dialog Damai, Tolak Provokasi dan Hoaks.

Pemerintah Aceh Barat Serukan Dialog Damai, Tolak Provokasi dan Hoaks.

ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di Bumi Teuku Umar. Dalam menyikapi dinamika sosial yang terjadi, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., menyerukan pentingnya mengedepankan dialog sebagai jalan utama dalam menyampaikan aspirasi, bukan demonstrasi yang berpotensi ricuh.

Kami minta tidak ada lagi aksi demo lanjutan. Kita khawatir nanti ricuh lagi dan ada korban jiwa,” tegas Bupati Tarmizi.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden demonstrasi mahasiswa yang nyaris berujung bentrok dan menyebabkan korban luka akibat lemparan batu. Pemerintah daerah bersama DPRK dan unsur Forkopimda siap membuka ruang diskusi terbuka dengan mahasiswa dari UTU, STAIN, STIMI, maupun kampus lainnya.

Dialog jauh lebih aman dan efektif dibanding turun ke jalan. Pemerintah membuka diri untuk mendengar dan menampung aspirasi secara utuh,” tambahnya.

Bupati juga mengimbau agar pelajar sekolah tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa, dan lebih fokus pada pendidikan sebagai bekal masa depan.

Demonstrasi adalah ruang mahasiswa dalam memperjuangkan masyarakat. Tapi pelajar sebaiknya menimba ilmu dulu,” ujarnya.

Langkah ini mencerminkan dedikasi kepemimpinan yang merakyat dan cerdas dalam menjaga ketenteraman serta mendorong pembangunan Aceh Barat ke arah yang lebih baik. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk bersama-sama membangun Aceh Barat yang sejahtera, bebas dari provokasi, hoaks, dan keterpurukan ekonomi.

Aceh Barat ingin menjadi contoh bagi daerah lain: bahwa dialog adalah jalan damai yang bermartabat.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan