Pemkab Aceh Barat Bangun Jalan Alternatif Cot Murong–Seumuleng, Atasi Banjir di Ruas Ateung Teupat

 

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi membangun jalan alternatif Cot Murong–Seumuleng yang menghubungkan Kecamatan Woyla dan Bubon. Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda ruas jalan Ateung Teupat, jalur utama yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga di wilayah tersebut.

 

Jalan Ateung Teupat diketahui rawan terendam banjir saat musim hujan, menyebabkan genangan air yang tinggi dan menutupi badan jalan. Kondisi ini menyulitkan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, sehingga warga terpaksa menggunakan jalur nasional Meulaboh–Banda Aceh atau membayar jasa becak dan rakit untuk melintasi genangan air.

 

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., IPM, ASEAN.Eng, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyampaikan bahwa pembangunan jalan alternatif ini merupakan bentuk nyata respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

 

Jalan Cot Murong–Seumuleng dibangun sepanjang 6.000 meter dengan lebar perkerasan dan kerikil yang dirancang untuk tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, termasuk banjir besar. Spesifikasi teknisnya telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan agar dapat segera digunakan oleh masyarakat,” ujar Beni.

 

Ia menambahkan, kehadiran jalan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas warga, terutama dalam sektor pertanian, perkebunan, layanan kesehatan, dan pendidikan. “Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu akibat banjir. Jalan ini memberikan akses yang lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan,” tambahnya.

 

Dampak Positif bagi Ekonomi dan Konektivitas. Pembangunan jalan alternatif ini juga menjadi bagian dari program prioritas Pemkab Aceh Barat di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, yang berkomitmen meningkatkan konektivitas antar gampong dan wilayah, serta mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok masyarakat.

 

Pemerintah daerah sangat mendengar dan merespons keluhan warga. Kami berharap jalan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Woyla dan Bubon,” ungkap Beni.

 

Meski jalan alternatif telah dibangun, perbaikan ruas Ateung Teupat tetap menjadi perhatian. Namun, masyarakat kini sudah dapat memanfaatkan jalur baru Cot Murong–Seumuleng. “Kami mengimbau warga untuk berhati-hati karena jalan ini belum beraspal. Meski demikian, kehadirannya memberikan keleluasaan bagi warga dalam beraktivitas,” tutupnya.

 

Warga Kecamatan Woyla dan Bubon menyambut baik pembangunan jalan alternatif ini. Mereka merasa sangat terbantu, terutama para petani yang kini lebih mudah mengangkut hasil panen. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada pemerintah daerah atas perhatian dan solusi yang diberikan.

 

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan