Pemkab Aceh Barat Gerak Cepat Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Woyla.

Pemkab Aceh Barat Gerak Cepat Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Woyla.

ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Woyla, yang diduga berasal dari aktivitas penambangan emas menggunakan kapal pengeruk.

Bupati Aceh Barat,Tarmizi,S.P.,MM menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. “Kami cek dulu dengan menurunkan tim, apakah ada pencemaran lingkungan atau tidak,” ujarnya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat. Tarmizi menegaskan bahwa penggunaan bahan berbahaya seperti merkuri di sungai sangat berisiko dan tidak dapat ditoleransi.

Dampak Lingkungan yang Terpantau, berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan awal, aktivitas tambang emas di Sungai Woyla telah menimbulkan sejumlah dampak serius:
– Pergeseran arus sungai akibat pengerukan
– Erosi tebing sungai karena penumpukan pasir di pinggir aliran
– Terputusnya akses jalan masyarakat pedesaan
– Kerusakan badan jalan dan jembatan akibat pengangkutan kontainer tambang

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Wilayah Aceh untuk memastikan legalitas aktivitas tambang, termasuk izin operasi dan pengelolaan limbah.

Sorotan terhadap Perizinan dan Tenaga Kerja, terkait perusahaan tambang PT Magellanic Garuda Kencana, Bupati Tarmizi meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk memperjelas status perizinan yang hingga kini belum tuntas. “Informasi yang kami terima, masih ada perizinan yang belum clear terhadap perusahaan ini. Makanya harus diperjelas,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendukung kehadiran investor yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Namun, Bupati Tarmizi menolak keras praktik mempekerjakan tenaga asing yang tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Kalau investor hadir ke Aceh Barat lalu mempekerjakan warga asing, buat apa?” tutupnya.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan