POLEWALI-MANDAR, Intelijennews.com., — Sebuah ironi menghantam dunia olahraga Sulawesi Barat. G, mantan kiper legendaris yang pernah membawa harum nama daerah di kancah sepak bola, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Di usia senjanya, ia diamankan oleh tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Barat atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba.
Penangkapan dilakukan pada Jumat, 9 Mei 2025, di Desa Kalimbua, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Dari hasil operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga saset sedang berisi kristal bening yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu, satu saset kosong, satu bungkus rokok, dan satu unit handphone android.
Kepolisian mengungkap, kasus ini bukan hanya berhenti pada penangkapan G. Dalam pengembangan penyidikan, G mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial “Mister X” yang berdomisili di Kecamatan Wonomulyo. Polda Sulbar pun telah menetapkan Mister X sebagai buronan dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah melakukan pengejaran untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih besar.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sulbar, Kompol Ujang Saputra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas keterlibatan sosok berprestasi seperti G dalam kasus narkoba.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Seorang mantan atlet yang sempat menjadi panutan, justru harus menutup masa tuanya dengan keterlibatan dalam peredaran narkotika,” ungkap Kompol Ujang.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba, siapapun pelakunya. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas demi melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkotika.
“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Narkoba tidak pernah membawa kebahagiaan. Sayangi diri dan keluarga Anda, dan jauhi narkoba,” tegasnya.
Tragedi yang menimpa G menjadi pengingat kelam bahwa bahkan sosok dengan masa lalu penuh prestasi pun bisa terjerumus jika tak berhati-hati. Dunia olahraga kehilangan satu lagi sosok panutan — kali ini bukan karena usia, tetapi karena sebuah pilihan yang keliru.
Sumber : Humas Polda Sulbar / Ans.