Program MBG Yayasan Panrita Anre Celebes Diprotes Orang Tua Siswa SD Unggulan BTN Pemda Rappocini

Program MBG Yayasan Panrita Anre Celebes Diprotes Orang Tua Siswa SD Unggulan BTN Pemda Rappocini

 

Intelijen news, Makassar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Panrita Anre Celebes milik anggota DPR RI  Andi Iwan Darmawan Aras menuai protes dari sejumlah orang tua siswa di SD Unggulan BTN Pemda, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, pada Jumat (6/3/2026).

Protes tersebut muncul setelah para orang tua siswa menilai kualitas makanan yang dibagikan kepada anak-anak tidak sesuai dengan standar yang seharusnya diterapkan dalam program MBG.

Salah satu orang tua siswa mengungkapkan bahwa selama tiga hari terakhir pihak pengelola dapur MBG diduga selalu menyediakan roti yang sudah berjamur kepada para siswa.

“Sudah tiga hari anak-anak dapat roti yang jamuran. Bukannya kami tidak bersyukur, tapi ini kan menyangkut kesehatan anak-anak,” ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan hak seluruh anak sekolah dan seharusnya diberikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, menu makanan yang disediakan juga dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

“Program ini kan anggarannya Rp15.000 per anak dari pemerintah, tapi kalau dilihat menunya paling hanya sekitar Rp5.000 sampai Rp7.000. Jadi wajar kalau orang tua mempertanyakan kualitasnya,” katanya.

Para orang tua siswa berharap pihak pengelola dapat memperbaiki kualitas makanan yang disediakan agar benar-benar layak dikonsumsi oleh anak-anak.

“Kalau memang tidak siap mengelola dengan baik, lebih baik dihentikan saja daripada berdampak buruk pada kesehatan anak-anak sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG dari Yayasan Panrita Anre Celebes yang bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi, Akil, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons karena panggilan tidak diangkat.

Kasus ini pun menjadi perhatian para orang tua siswa yang berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut demi menjamin kualitas makanan yang diterima para siswa

Waka Zoel

Tinggalkan Balasan