INTELIJENNEWS, MAROS – Ratusan Guru PAUD se-Kabupaten Maros menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (25/2/2026) pagi.
Aksi itu bentuk protes atas penghapusan jasa upah guru PAUD dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdikbud Maros Tahun 2026.
Baca juga : Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Toleransi Personel Terlibat Narkoba
Mereka meminta kejelasan terkait hilangnya alokasi upah guru PAUD dalam DPA tahun anggaran 2026.
Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan “Mutasi Dia…..Menakutkan”
“Bagaimana anak-anak bisa maju kalau dana pendidikan selalu dipangkas.. administrasi dituntut terus,” tulis demonstran di poster lainnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan kebijakan itu diambil karena saat ini pemberian honor atau insentif tidak lagi diperbolehkan kecuali bagi yang diangkat sebagai PPPK paruh waktu.
“Jadi kebijakan ini diambil karena saat ini pemberian honor atau insentif tidak lagi bisa diberikan kecuali jika diangkat sebagai PPPK paruh waktu,” ujarnya dikutip dari rakyat sulsel,pada Rabu (25/2/2026).
Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Maros serta aksi demonstrasi guru PAUD akan diteruskan ke pemerintah pusat. Aspirasi tersebut rencananya disampaikan ke Kementerian Pendidikan, BKN, dan Kemendagri untuk mencari solusi.
(*)