Makassar,IntelijenNews.com — Kepedulian terhadap keselamatan anak ditunjukkan personel Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang ditemukan menangis dan kebingungan di pinggir Jalan Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya,akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan orang tuanya,Selasa malam ( 27/10/26 ).
Peristiwa tersebut bermula ketika warga menemukan anak itu dalam kondisi kebingungan di pinggir jalan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel piket SPKT Regu A yang dipimpin Ka SPKT IPDA Hendrik Pamungkas bersama Ka Jaga AIPTU Frans Toding Komba segera memberikan pertolongan.
Demi memastikan keselamatan anak, petugas membawanya ke Markas Komando (Mako) Polsek Biringkanaya.
Di sana, personel berupaya memastikan identitas dan alamat tempat tinggal anak tersebut sebelum menghubungi pihak keluarga.
Setelah identitas dan keberadaan orang tuanya diketahui, petugas kemudian mengantarkan anak itu menggunakan kendaraan dinas menuju rumah keluarganya di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sudiang.
Anak tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat dan selamat saat diserahkan kepada orang tuanya.
Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan A. Malik, S.I.K., menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar senantiasa memberikan perhatian, kasih sayang, serta pengawasan kepada anak-anak.
Apabila menghadapi permasalahan, anak hendaknya diberikan ruang untuk berkomunikasi dengan baik agar merasa aman dan nyaman di lingkungan keluarga,” ujar Kapolsek.
Selain mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua, Polsek Biringkanaya juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan anak yang tersesat, terlantar, atau berada dalam situasi yang membahayakan keselamatannya.
Kepedulian warga dan respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak memperoleh perlindungan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian keluarga, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan anak.
( Rahmat Djafar )