INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat melanjutkan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) hari ke-3 yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Bukhari, ST, didampingi tim teknis serta Pengawasan dan Publikasi Nasional. Fokus utama sidak kali ini adalah penertiban sistem retribusi sampah dan edukasi pengolahan sampah daur ulang sebagai bagian dari gerakan menuju kota bersih dan berdaya.
Kegiatan ini menyasar berbagai sektor rumah tangga, toko/ruko, instansi pemerintah, sekolah, pesantren, dan fasilitas publik dengan penekanan pada penerapan tong pemilah sampah. Sampah yang telah dipilah dapat langsung disetor ke Bank Sampah Induk (BSI) DLH Aceh Barat, di mana masyarakat dapat menjadi nasabah dan menabung sampah yang bernilai ekonomi. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi bahan baku untuk produk UMKM seperti kompos dan kerajinan daur ulang.
“Sampah bukan musuh, melainkan potensi. Jika dikelola dengan benar, sampah rumah tangga dan restoran bisa menjadi pupuk kompos untuk kebun, sementara plastik, kardus, dan kertas bisa menjadi tabungan di BSI DLH. Sampahmu adalah tanggung jawabmu,” Bukhari, ST, Kepala DLH Aceh Barat.
DLH juga menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan dan membakar sampah adalah pelanggaran yang merusak lingkungan. Untuk meningkatkan akuntabilitas, pembayaran retribusi kini dilakukan melalui transfer langsung ke rekening BSI DLH: 7258378177, bukan lagi melalui pengutip. Bagi warga yang tidak mampu, DLH menyediakan mekanisme pembebasan biaya retribusi dengan syarat menyerahkan surat keterangan fakir miskin dari keuchik setempat.
DLH akan mengeluarkan surat teguran bagi pelanggan yang tidak mematuhi sistem pembayaran ini. Jika teguran diabaikan, DLH bersama Inspektorat akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penegakan kewajiban warga negara.
Tim Intelijennews turut memantau pelaksanaan dan dampak kegiatan ini di lapangan, mendukung DLH sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Meulaboh menuju Adipura. DLH mengajak seluruh elemen masyarakat—SKPK, aparatur gampong, LSM, OKP, pelajar, dan mahasiswa—untuk berperan aktif dalam gerakan kebersihan dan edukasi lingkungan.
DLH Aceh Barat berkomitmen membangun budaya bersih, sehat, dan produktif melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi. Mari jadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi terciptanya kota yang asri, nyaman, dan bebas dari penyakit.
Aceh Barat bersih, Aceh Barat berdaya. Jika bukan kita, siapa lagi.
Tim Intelijennews.