Maluku. Intelijennews.com – Komitmen negara dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar Kementerian Sosial RI di Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna, di pelataran RSUD Karel Satsuitubun, Langgur, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Suratna hadir mewakili Menteri Sosial RI, Saiful Yusuf, yang berhalangan hadir secara langsung karena agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan.
Menyampaikan amanat Menteri Sosial, Suratna menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui program ini merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap masyarakat di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku Tenggara.
Atas nama Bapak Menteri Sosial dan seluruh jajaran Kementerian Sosial, kami menyampaikan salam hormat serta permohonan maaf karena beliau tidak dapat hadir langsung. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa perhatian negara tetap hadir penuh bagi masyarakat Maluku Tenggara, ujar Suratna di hadapan peserta kegiatan.
Bakti Sosial Terintegrasi ini dirancang sebagai program layanan terpadu yang menyasar berbagai kelompok rentan sekaligus, mulai dari lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mencakup layanan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pelayanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, hingga dukungan di bidang pendidikan seperti pembebasan biaya sekolah serta bantuan teknis lainnya.
Menurut Suratna, seluruh layanan yang diberikan dalam kegiatan ini tidak disusun secara umum, melainkan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Program ini kami siapkan berdasarkan hasil survei dan asesmen yang telah dilakukan tim kami sebelumnya. Dengan begitu, intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat, tegasnya.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah pelayanan kesehatan, khususnya operasi katarak yang menyasar masyarakat lanjut usia. Program ini dinilai memiliki dampak signifikan, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi.
Suratna menjelaskan bahwa pemulihan fungsi penglihatan bagi lansia dapat mengembalikan kemandirian mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketika para orang tua kita bisa kembali melihat, mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada orang lain. Mereka bisa kembali beraktivitas, bahkan melakukan pekerjaan produktif seperti menenun atau kegiatan lainnya, jelasnya.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa manfaat program ini juga dirasakan secara emosional oleh keluarga penerima manfaat.
” Mereka bisa kembali melihat wajah anak dan cucu, merasakan kembali kehangatan keluarga. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang mengembalikan kebahagiaan dalam keluarga” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suratna juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menegaskan bahwa Kementerian Sosial berkomitmen menggunakan Data Tunggal Sensus Penduduk Nasional (DTSN) sebagai rujukan utama.
Ia juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dalam proses pemutakhiran data, guna memastikan tidak ada masyarakat yang berhak namun belum terjangkau program bantuan.
Kami berpegang pada mandat Presiden terkait penggunaan data tunggal namun di lapangan tentu masih ada dinamika. Jika ditemukan data yang perlu diperbaiki atau masyarakat yang belum terdaftar, kami siap melakukan validasi bersama agar bantuan benar-benar tepat sasaran, ungkapnya.
Menutup sambutannya, Suratna menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah Maluku Tenggara serta antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa program Bakti Sosial Terintegrasi bukan merupakan kegiatan satu kali, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial.
Kami berharap masyarakat terus menyampaikan kebutuhan melalui perwakilan kami di daerah. Jika kuota hari ini belum mencukupi, insya Allah ke depan akan kami hadirkan kembali dengan cakupan yang lebih luas, pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Sosial berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan sosial yang inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah Maluku Tenggara.
(JCS)