Maluku. Intelijennews.com – Polres Maluku Tenggara kembali melakukan perombakan struktur internal melalui upacara serah terima jabatan yang digelar di lapangan apel Mako Polres, Kamis (23/4/2026) pagi.
Pergantian ini menyasar sejumlah posisi strategis, mulai dari Wakapolres hingga kepala satuan operasional, yang dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah Maluku Tenggara.
Jabatan Wakapolres Maluku Tenggara resmi berganti dari Jufri Jawa kepada Noovy Edward Agustinus Sapulette. Pergantian ini menjadi sorotan mengingat posisi Wakapolres merupakan motor penggerak operasional harian di tubuh kepolisian resor.
Di level perencanaan, jabatan Kabagren turut diserahterimakan dari Andarias Rande Salu kepada Daniel Sahumena.
Nama terakhir juga tercatat mengalami pergeseran posisi, dari sebelumnya menjabat Kasatresnarkoba.
Sementara itu, tongkat komando Satuan Reserse Narkoba kini dipegang oleh Cornelius Baly, menggantikan Daniel Sahumena. Pergantian ini menjadi perhatian mengingat penanganan kasus narkotika masih menjadi tantangan serius di wilayah kepulauan.
Di sektor pengamanan umum, jabatan Kasatsamapta diserahkan dari Patrisius Reyaan kepada Agustinus Dominggus Metanfanuan. Rotasi ini diharapkan mampu memperkuat respons cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Selain itu, penunjukan pejabat sementara juga dilakukan pada posisi Kabaglog yang kini diemban oleh AKP Patrisius Reyaan, serta Kasatreskrim yang dipercayakan kepada Zaenal.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut berlangsung singkat dan berakhir sekitar pukul 08.45 WIT dalam kondisi aman dan tertib. Meski demikian, rotasi ini tidak sekadar seremoni rutin, melainkan bagian dari dinamika organisasi yang akan diuji pada kinerja nyata di lapangan.
Publik kini menaruh harapan pada para pejabat baru untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan terobosan konkret, khususnya dalam penanganan kriminalitas, peredaran narkoba, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Maluku Tenggara.
Di tengah tantangan wilayah kepulauan yang kompleks, efektivitas rotasi ini akan sangat ditentukan oleh integritas dan kemampuan para pejabat yang baru dilantik.
(JCS)